Fabrikasi merupakan suatu proses kreatifitas pembentukan bahan material logam menjadi suatu bentuk yang diinginkan sesuai dengan standar desain dan shop drawing yang telah dibuat. Biasanya fabrikasi ini identik dengan konstruksi baja yang dalam proses kerjanya mengolah baja untuk dijadikan sebuah alat produksi dan struktur konstruksi baik itu rangka bangunan gedung maupun rangka bangunan lainnya.
Kegiatan fabrikasi juga dikenal sebagai suatu rangkaian pekerjaan dari beberapa komponen material baik berupa plat, pipa ataupun baja profil dirangkai dan dibentuk secara tahap demi tahap berdasarkan item-item tertentu hingga menjadi suatu bentuk yang dapat dipasang menjadi sebuah rangkaian alat produksi maupun konstruksi.
Berdasarkan tempatnya, pekerjaan fabrikasi dibagi menjadi dua, yaitu :
- Workshop fabrications
Workshop fabrications adalah pengerjaan fabrikasi yang dilakukan di dalam suatu bangunan
atau gedung. Di dalam gedung tersebut sudah disediakan segala macam alat dan mesin-mesin
untuk melakukan proses produksi dan proses fabrikasi, seperti mesin las, mesin potong plat,
mesin bending, overhead crane dan lain-lain. - Site fabrications
Site fabrications adalah pengerjaan fabrikasi yang dilakukan di luar bangunan atau gedung
workshop, lebih tepatnya dikerjakan di area lapangan terbuka. Site fabrications ini lebih banyak
untuk mengerjakan fabrikasi yang menghasilkan rangkaian struktur konstruksi dimana
bangunan akan didirikan.
Rangkaian Kerja Fabrikasi
Secara umum, terdapat sembilan rangkaian kerja fabrikasi yang dilakukan. Sembilan rangkaian
kerja fabrikasi adalah sebagai berikut ini. - Marking
Proses marking adalah tahap dimana pihak manufaktur akan mengukur dan membuat desain
berbentuk sketsa langsung pada bahan material sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang
diinginkan. - Cutting
Proses ini melibatkan pemotongan material bahan baku yang sudah ditandai sesuai dengan
sketsa yang dibuat dengan menggunakan mesin potong atau cutting torch. - Drilling
Selanjutnya, bahan yang sudah dipotong tersebut akan dibuat lubang-lubang untuk dipasangkan
baut sesuai dengan ukuran yang digunakan pada tahap marking. - Assembling
Proses assembling adalah proses dimana manufaktur akan menyetel dan merakit material
tersebut hingga menjadi bentuk jadi. Sebelum memasuki tahap kelima yaitu welding atau
pengelasan, material akan melalui rangkaian proses fit-up pada proses ini. - Welding
Welding adalah proses pengelasan yang berfungsi untuk menyambung dua bagian bahan
dengan menggunakan energi panas dari alat las. Pengelasan merupakan proses yang penting
untuk mengunci hasil rangkaian dari proses assembling tadi. - Checking
Setelah melalui proses welding, produk yang setengah jadi ini akan dicek kualitasnya terlebih
dahulu oleh seorang Quality Control dimana ia akan meninjau produk secara keseluruhan agar
sesuai dengan standar pabrik. - Finishing
Proses finishing adalah proses dimana produk yang lulus standar tersebut akan dibersihkan dan
dipoles permukaannya dengan menggunakan mesin gerinda. Hal ini dilakukan untuk
menghilangkan bekas-bekas dari proses cutting. - Blasting
Selanjutnya, produk yang sudah difinishing akan disemprot menggunakan pasir bertekanan
udara ke semua permukaan produk fabrikasi tersebut guna menghilangkan kotoran-kotoran
seperti kerak atau logam yang mengganggu. - Painting
Pada langkah akhir ini, produk jadi fabrikasi akan diberi pewarnaan sesuai dengan kebutuhan
dan sketsa yang sudah dibuat oleh pihak manufaktur.
Contoh Produk Fabrikasi
Sejatinya, produk-produk yang diproduksi oleh manufaktur yang melalui proses pengolahan dan
manipulasi material mentah dengan rangkaian kerja fabrikasi di atas dapat dikategorikan
sebagai produk fabrikasi. Sebagai contoh, contoh produk fabrikasi adalah sebagai berikut.
● Conveyor pabrik
● Ducting
● Dust cooler
● Hopper
● Tangki
● Struktur konstruksi


